Siapakah Yang Bekerja Keras?

Siapa dia sih sebenarnya...? Di ajang contest yang diselenggarakan oleh pertamina dengan keyword Kerja Keras Adalah Energi Kita, muncullah Vice President Bahan Bakar Minyak Pertamina. Dia bernama Denny Wisnuwardhani, pertama kali bergabung dengan pertamina pada tahun 1986. Sudah cukup lama rupanya wanita ini menjejakan karirnya di pertamina, dia aktif melakukan penjualan di Divisi marketing petrokimia.

Siapakah Yang Bekerja Keras?Produk unggulan petrokimia saat ini sudah di ekspor kemanca negara dan juga diperjual belikan didalam negri sendiri. Denny Wisnuwardhani bergabung dengan bisnis retail BBM pertamina sejak enam tahun yang lalu hingga sekarang menjabat sebagai Vice President Bahan Bakar Minyak Pertamina. Mentalitas untuk berkompetisi sudah tertempa kuat.

Saya mengutip pembicaraan antara www.pertamaxpertamina.com dengan Ibu Denny Wisnuwardhani. kira-kira apa ya obroan mereka? Apakah tentang Kerja Keras Adalah Energi Kita atau yang lainnya? Dari pada penasaran, kita simak aja yuk's perbincangan mereka. Tapi saya mau menjelaskan dulu untuk obrolan tersebut biar lebih jelas tentunya. Untuk pertamaxpertamina.com saya singkat dengan "PP" dan Ibu Denny Wisnuwardhani saya singkat dengan "DW", berikut perbincangannya:

PP: Iklim persaingan dibisnis retail BBM ke depan akan semakin ketat. Tentunya akan lebih banyak perhatian harus dicurahkan kepekerjaan. Bagaimana Ibu menangani tuntutan keluarga dan pekerjaan?

DW: Sampai saat ini keluarga tetap memberikan dukungan yang sangat positif. Ini sangat berarti. Bagi saya sendiri, hidup ini adalah karunia. Jika kita tidak memberikan yang terbaik terhadap karunia hidup ini, maka kita tidak akan bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat, sesama manusia dan dalam pengabdian kepada Tuhan. Apa yang ada pada diri saya saat ini saya yakini sebagai amanah. Posisi dan jabatan ini juga amanah, yang harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat luas. Menyangkup lingkup pekerjaan, saya akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pelanggan yang saya cintai. Disela-sela kesibukan, waktu untuk keluarga tetap penting. Saya masih bisa menyempatkan main game bersama anak-anak. Ikut nimbrung kalau melihat mereka mulai bermain. Mulai dari perang-perangan sampai balap mobil. Kalau tidak, saya bisa mengisi waktu luang dengan berenang atau main tenis meja.

Memotong pembicaraan, berarti kerja keras ibu cukup besar dong, baik dari segi tuntutan keluarga ataupun tuntutan pekerjaan, kerja keras adalah energi kita, energi yang dikeluarkan oleh sosok wanita demi keharmonisan rumah tangga dan demi kesejahteraan masyarakat tentunya, lajut bro...

PP: Sekarang khusus masalah bisnis BBM Retail. Bagai mana sebenarnya kondisi bisnis BBM di Indonesia secara keseluruhan, khususnya tingkat retail.

DW: Indonesia adalah negara dengan tingkat konsumsi BBM-nya 60 mili liter per tahun. Diperkirakan lebih dari 40% dari konsumsi BBM sebesar itu diperuntukan sektor transportasi. Dari jumlah tersebut, 80% diantaranya diserap oleh kebutuhan transportasi darat. Ini artinya, bisnis retail BBM terbilang sangat besar, dan masih akan terus berkembang meskipun wilayah perkembangannya masih lebih banyak di Pulau Jawa. Secara keseluruhan, kecenderungan bisnis BBM ditingkat retail masih akan terus meningkat. Munculnya para pemain selain SPBU Pertamina adalah bukti masih akan terus berkembangnya bisnis ini. Selama dua tahun terakhir bisnis retail BBM bergerak semakin dinamis dipacu oleh hadirnya kompetitor luar di Indonesia itu. Karenanya, pertamina tidak bisa memegang monopoli lagi dan harus melakukan peningkatkan kualitas prodak dan layanan dan hingga mencapai derajat profesionalisme yang tinggi. Muaranya adalah kepuasan masyarakat konsumen Indonesia.

PP: Ada berapa jenis BBM yang dijual di SPBU pertamina. Dan kita tahu bahwa ada BBM yang bersubsidi dan ada pertamax yang tidak bersubsidi. Apa sebenarnya keunggulan pertamax dibandingkan dengan BBM bersubsidi atau dengan produk sejenis dari produsen selain pertamina?

DW: Pertamina memang masih menyalurkan produk BBM bersubsidi, yakni premium, dan solar untuk kendaraan diesel. Sehingga ditingkat retail harga premium masih tetap dalam kendali pemerintah. Dasar kebijakan ini adalah mewujudkan pemilihan pemerintah terhadap masyarakat Indonesia. Kendati demikian, pertamina tetap memprodusi produk-produk BBM unggulan non subsidi yakni: pertamax dan pertamax plus. Kualitas pertamx dan pertamax plus tentu saja memiliki keunggulan tersebdiri dilihat dari nilai oktannya. BBM bersubsidi ber-oktan 88, pertamax ber-oktan 92 dan pertamax plus 95. Artinya angka oktan adalah angka yang menunjukan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin terbakar secara sepontan. Semakin kecil nilai oktan, maka semakin cepat bahan tersebut terbakar. Didalam mesin, campuran bensin dan udara (berbentuk gas) bisa terbakar sendiri secara spontan sebelum terkena percikan api dari busi. Dengan demikian, semakin tinggi angka oktannya, semakin lama bensin itu terbakar spontan. Karena itu, kami sangat menganjurkan agar masyarakat konsumen BBM, khususnya para pemilik kendaraan tahunanyar, agar menggunakan BBM yang ramah lingkungan dengan kualitas pembakaran yang sempurna. Selain itu, dengan membeli pertamax atau pertamax plus berarti kita telah membantu pemerintah meringankan subsidi BBM yang seharusnya bisa dinikmati oleh masyarakat lebih luas, dengan kata lain Kerja Keras Adalah Energi Kita.

PP: Apakah kehadiran SPBU non pertamina itu sudah berpengaruh besar terhadap keberadaan SPBU pertamina? Di pasar retail, persaingan memang terjadi antara produk BBM beroktan 92 dan 95. Pertamina yang tadinya memonopoli SPBU, dengan hadirnya SPBU-SPBU non pertamina, tergerak untuk terus melakukan koreksi, dan perbaikan disana sini. Selain terus memperbaiki standard bangunan SPBU, layanan ramah dengan motto 3S, senyum, sapa, dan salam, kita ingin melalui cara ini, pelanggan bisa merasakan seperti masuk kerumah sendiri setiap kali mendatangi SPBU pertamina. Karena disanalah sesungguhnya kami bertarung secara professional. Selain itu, di SPBU pertamina, selain menjual produk unggulan pertamx dan pertamax plus, juga disediakan produk BBM lain yang berperforma tinggi seperti pertamina Dek. Kita boleh sedikit berbangga: Dari sis produk, kualitas pertamax dan pertamax plus pertamina dengan nilai RON 92 dan 95 sebenarnya ekuivalen dengan produk-produk ternama yang beredar di negara-negara maju yang juga memiliki nilai RON 92 dan 95. Jadi kualitas pertamax dan pertamax plus bisa dikatakan sama dengan BBM sekelas yang dijual di Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

PP: Apa saja usaha yang telah dilakukan pertamina dalam memperkenalkan pertamax ke masyarakat? Bagaimana responnya?

DW: Yang kemudian menjadi persoalan memang bagaimana masyarakat konsumen BBM Indonesia bisa mengetahui secara persis keunggulan pertamax dan pertamax plus serta nilai strategisnya bagi perekonomian Negara. Permintaan BBM paling besar memang masih untuk jenis premium. Ini adalah masalah sendiri. Namun selama tiga tahun terakhir ini, pertamina gencar memasarkan pertamax melalui berbagai kegiatan edukasi. Menjelaskan kelebihan pertamax kemidian memberikan pilihan harga. Harga di SPBU-SPBU yang mudah terjangkau oleh masyarakat kita berikan sedikit lebih murah. Kita juga memberikan semacam reward dengan cara tersendiri, seperti dengan memberikan voucher dan undian untuk menarik dan membangun loyalitas pemakai pertamax. Dampak lebih jauh adalah, kedepan masyarakat cukup mendapatkan pengertian akan arti pentingnya menggunakan BBM non subsidi.

PP: Kemana masyarakat bisa melakukan pengaduan, apabila ada pelayanan ataupun masalah lain seputar pertamax di lapangan.

DW: Bagi pelanggan kami apabila anda membutuhkan pertanyaan-pertanyaan atau informasi mengenai pertamax silahkan mengakses di www.pertamaxpertamina.com atau untuk informasi-informasi lainnya yang lebih lengkap terhadap produk-produk pertamina silahkan untuk menghubungi 021 500 000 atau bisa menghubungi handphone 021 791 73000 atau boleh juga e-mail dip. Wah..ternyata pertamina sekarang lebih maju ya...Baik dipelayanan, maupin kualitas produk-produknya, sehingga pertamina sangat pantas menggunakan slogan Kerja Keras Adalah Energi Kita, dan saya yakin suatu saat pertamina menjadi perusahaan nomer satu di Indonesia ini.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel